header

Baca Komik Do Retry Bahasa Indonesia Chapter 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Azura VS Kuroiwa, pantau di komikcast

Sabtu 27-05-2023 / 03:01 WIB


Baca Komik Do Retry Bahasa Indonesia Chapter 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Azura VS Kuroiwa, pantau di komikcast

BURUHTINTA.co.id - Sebagai akibat dari perang dunia II di Jepang, Aozora Okami menemukan dirinya sebagai seorang anak yatim yang tangguh dan penuh semangat, enggan menyerah pada keputusasaan. Dengan ayahnya dikirim untuk berperang dan pengeboman yang menghancurkan meninggalkannya dan adik perempuannya Akari sendirian, kelangsungan hidup mereka menjadi tujuan utama mereka. Namun, keadaan mereka yang sudah sulit menjadi lebih buruk ketika Akari didiagnosis menderita tuberkulosis.

Didorong oleh cinta dan kepeduliannya terhadap saudara perempuannya, Aozora mengumpulkan keberanian untuk menghadapi sekelompok pria yang telah mencuri darinya. Pada pertemuan ini, semangat dan ketekunan yang kuat dalam dirinya menarik perhatian seorang wanita yang melihat potensi besar dalam dirinya untuk menjadi seorang petinju.


Di Jepang pasca-perang yang penuh dengan kesulitan dan ketidakpastian, Aozora memulai perjalanan sebagai petinju, menggunakan tinjunya sebagai sarana untuk melindungi dan memberi nafkah pada adik tercintanya. Dengan tekad yang bulat untuk mengatasi segala rintangan di hadapannya, dia berjuang tidak hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi mereka berdua.

Dalam perjalanan tinjunya, Aozora menghadapi tantangan fisik dan emosional yang berat. Dia harus melawan prasangka sosial dan stereotip gender dalam dunia tinju yang didominasi oleh pria. Namun, kekuatan dan kemauannya yang tak kenal lelah mendorongnya maju, menginspirasi orang-orang di sekitarnya dan membuatnya semakin dekat dengan impian dan tujuan hidupnya.

Kisah Aozora Okami adalah cerita tentang ketahanan, keberanian, dan cinta keluarga. Melalui olahraga tinju, dia menemukan cara untuk mengubah takdirnya sendiri dan membuktikan bahwa kehendak dan tekad yang kuat dapat mengatasi segala rintangan. Dalam dunia yang penuh dengan kesulitan, Aozora menjadi simbol harapan bagi mereka yang berjuang untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Chapter 3 Rekap


Azura Okami merasa putus asa saat dia berjuang untuk bertarung dan menghasilkan uang dari tinju, sementara anggota Grup Torai terus mengolok-oloknya dan merendahkan pakaiannya. Dia bermimpi untuk mewakili Grup Torai di arena terbesar di mana turnamen tinju yang diselenggarakan oleh GHQ dan orang-orang terkaya di Jepang akan berlangsung, dengan hadiah uang yang cukup besar yang bisa mengubah hidupnya.

Namun, untuk bisa bertarung di level tersebut, Azura harus menjadi anggota organisasi tertentu. Kuroiwa memberitahunya bahwa hanya ada 120 anggota dalam organisasi tersebut, dan tidak ada masalah baru dengan persyaratan keanggotaan. Untuk mendapatkan keanggotaan, Azura dibawa oleh Kuroiwa ke Grup Kirara yang mencurigakan, yang diduga terlibat dalam pembunuhan beberapa pedagang. Dia diminta untuk membawa mereka sebuah garpu sebagai ganti kartu keanggotaan mereka.

Aturan pertarungan dalam turnamen tersebut menyatakan bahwa kedua petinju harus menggunakan sarung tangan tinju, hanya pukulan di atas pinggang yang akan dihitung, dan tidak diperbolehkan menggunakan senjata. Petinju pertama yang berhasil membuat lawannya tidak bisa melanjutkan pertarungan akan menjadi pemenangnya.

Lawan Azura seolah meyakinkan bahwa pertarungan akan berlangsung adil dan jujur, tetapi tanpa sepengetahuan Azura, lawannya menusuk tangan Azura dengan paku payung secara licik. Teriakan penonton mengungkapkan bahwa orang yang benar-benar ingin menang harus melakukan apa pun yang perlu dilakukan untuk menjadi juara. Orang yang terlalu naif untuk sepenuhnya mengandalkan aturan akan menjadi korban.

Lawan Azura juga menggunakan sarung tangan dengan pelat besi tersembunyi di dalamnya. Inilah cara mereka menghasilkan uang, dengan melanggar aturan dan tidak terdeteksi. Azura mulai kehilangan kewarasannya akibat pertarungan kotor ini, tetapi dia tetap teguh dan tidak menyerah. Dia terus berdiri bahkan setelah terjatuh, dan dengan keahliannya yang luar biasa dalam bertahan, dia terus membalas pukulan lawannya dengan tepat waktu.

Perilaku Azura yang tahan banting ini membuat Kuroiwa terkejut dan menyadari bahwa Azura menghadapi tantangan ini dengan cara yang lurus dan tulus melalui tinjunya. Lawan Azura mulai lengah dan tak berdaya saat mereka menyadari bahwa Azura takkan berhenti menekan mereka meskipun mereka menggunakan sarung tangan berat tersebut. Azura melihat kesempatan itu dan dengan pukulan terakhirnya, dia menjatuhkan lawannya seolah-olah dia adalah pahlawan tak terkalahkan. Kuroiwa memuji Azura dan memberinya beberapa kartu anggota serta makanan nasi putih panas sebagai hadiah atas keberhasilannya.***

TAG: #komik
Sumber:

BERITA TERKAIT