header

Ahli Otopsi Forensik dr Djaja Surya Atmadja: agama, biodata dan wikipedia

Selasa 10-10-2023 / 22:08 WIB


Ahli Otopsi Forensik dr Djaja Surya Atmadja: agama, biodata dan wikipedia

Profil Lengkap dr. Djaja Surya Atmadja: Ahli Forensik Kontroversial di Balik Kasus Kopi Sianida Mirna-Jessica

Nama dr. Djaja Surya Atmadja mencuat ke permukaan dalam sorotan media dan publik pada tahun 2016, ketika ia menjadi salah satu tokoh kunci dalam kasus yang memilukan, mengenai kematian seorang wanita muda bernama Wayan Mirna Salihin yang diduga akibat meminum kopi berisi sianida. Kasus ini melibatkan dua teman dekatnya, Mirna dan Jessica Wongso, dan menjadi buah bibir di seluruh Indonesia.

  1. Djaja Surya Atmadja bukanlah nama asing di dunia forensik. Lahir di Jakarta pada tanggal 19 Mei 1960, ia telah melalui perjalanan panjang yang penuh prestasi dalam karier profesionalnya sebagai seorang ahli forensik. Dalam kasus Mirna-Jessica, ia menjadi salah satu tokoh yang kontroversial ketika ia memberikan penjelasan yang berbeda dengan apa yang dipercayai oleh publik.

Riwayat Pendidikan yang Mengesankan

Pendidikan dr. Djaja Surya Atmadja dimulai dengan meraih gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1986. Selama masa kuliahnya, ia sudah menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap bidang kedokteran. Namun, itulah awal dari perjalanannya ke dalam dunia forensik.

Ia melanjutkan pendidikan profesi dan meraih gelar spesialis forensik medikolegal dari Universitas Indonesia pada tahun 1990. Ini adalah titik awal dari spesialisasinya dalam kedokteran forensik, dan ia mulai membangun fondasi kuat dalam bidang ini.


×

Pendidikan lanjutannya membawanya ke Kobe University di Jepang, di mana ia meraih gelar doktor pertama di Indonesia yang mengkhususkan diri dalam DNA forensik pada tahun 1995. Dengan keahliannya dalam analisis DNA forensik yang langka, ia telah menjadi salah satu pakar terkemuka di bidang ini.

Selain itu, dr. Djaja juga mendalami pengetahuannya tentang forensik pada orang hidup dengan studi hukum di Universitas Indonesia dan National School of Public Health di Utrecht, Belanda.

Karier Gemilang dalam Forensik

Karier dr. Djaja Surya Atmadja tidak hanya mencakup peran akademis sebagai dosen di Universitas Indonesia, tetapi juga sebagai seorang praktisi yang sangat dihormati dalam dunia forensik. Ia adalah dokter forensik DNA pertama di Indonesia dan ahli dalam analisis DNA forensik.

Selama bertahun-tahun, ia telah memberikan konsultasi, pemeriksaan, dan layanan sebagai saksi ahli dalam berbagai kasus forensik yang kompleks. Dalam peran ini, ia telah membantu memecahkan berbagai misteri kriminal dan mengungkap kebenaran yang tersembunyi.

Selain mengajar di UI, ia juga aktif sebagai pengajar di Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta, di mana ia berbagi pengetahuannya tentang kedokteran forensik dan hukum kesehatan kepada para mahasiswa.

Kontroversi dalam Kasus Mirna-Jessica

Namun, publik mulai mengenal dr. Djaja Surya Atmadja lebih luas saat ia terlibat dalam penanganan kasus kopi sianida yang melibatkan Mirna dan Jessica Wongso. Ketika ia memberikan kesaksian yang berbeda dengan apa yang telah dipercayai oleh publik, kontroversi pun meletus.

Dalam film dokumenter investigasi "Ice Cold" yang tayang di Netflix, dr. Djaja membantah adanya bukti kontaminasi sianida dalam tubuh Mirna. Penjelasannya ini mengubah pandangan banyak orang terhadap kasus tersebut dan memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih dalam mengenai kematian Mirna.

Pengalaman Internasional dan Pengakuan

Selain karier di dalam negeri, dr. Djaja Surya Atmadja juga memiliki pengalaman internasional yang mengesankan. Ia adalah anggota Dewan Penasihat Ilmiah Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda. Keberhasilannya dalam bidang ini telah membuatnya diakui secara internasional sebagai seorang ahli forensik yang berpengalaman.

Djaja Surya Atmadja adalah contoh nyata dari seorang profesional yang berdedikasi untuk memperbaiki sistem peradilan melalui pengetahuannya dalam kedokteran forensik dan hukum kesehatan. Kontribusinya dalam menangani kasus-kasus penting dan peran beragam di dunia akademik menunjukkan komitmen dan kompetensinya dalam bidangnya yang unik dan penting.

Namun, kontroversi yang melibatkan kasus Mirna-Jessica juga mengingatkan kita akan kompleksitas dalam bidang forensik dan pentingnya penggunaan bukti-bukti ilmiah yang kuat dalam penentuan kebenaran dalam kasus kriminal yang sensitif. Sejarah dr. Djaja Surya Atmadja akan terus menjadi topik perbincangan yang menarik dan menjadi cerminan dari tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para ahli forensik di dunia.

TAG: #viral
Sumber:

BERITA TERKAIT