header

Perebutan Bulan: Pencapaian dan Tantangan Chandrayaan-3 dalam Persaingan Antar-Negara Menuju Kutub Selatan Bulan

Kamis 24-08-2023 / 21:03 WIB


Perebutan Bulan: Pencapaian dan Tantangan Chandrayaan-3 dalam Persaingan Antar-Negara Menuju Kutub Selatan Bulan

Minggu Ini: Persaingan Sengit Rusia dan India dalam Eksplorasi Bulan

Minggu ini, dunia antariksa disaksikan oleh persaingan sengit antara dua negara, Rusia dan India, dalam upaya mereka untuk menjadi yang pertama mendaratkan wahana di Kutub Selatan Bulan. Dengan kegagalan pesawat ruang angkasa Luna-25 milik Rusia yang baru-baru ini terjadi, semua mata tertuju pada India saat mereka mempersiapkan upaya keduanya dalam pendaratan di bulan.


Chandrayaan-3: Menuju Pendaratan di Kutub Selatan Bulan

Chandrayaan-3, sebuah misi ruang angkasa yang telah dinanti-nantikan, menjadi fokus utama dalam kompetisi ini. Dalam bahasa Hindi dan Sansekerta, "Chandrayaan" berarti "kendaraan bulan." Diluncurkan dari Teluk Benggala beberapa waktu lalu, Chandrayaan-3 diharapkan dapat mengubah sejarah eksplorasi bulan. Pesawat ruang angkasa ini, meskipun tidak membawa astronot, membawa sebuah penjelajah bertenaga surya yang memiliki berat sekitar 60 pon. Penjelajah ini akan dioperasikan untuk menjelajahi permukaan bulan selama dua minggu, dengan tujuan utama melakukan eksperimen ilmiah yang penting.

Perjalanan India Menuju Bulan


×

Keberhasilan Chandrayaan-3 akan membuat India menjadi negara keempat yang berhasil mendarat di permukaan bulan, setelah Amerika Serikat, Rusia (sebagai Uni Soviet), dan Tiongkok. Misi pertama India ke bulan, Chandrayaan-1 pada tahun 2008, memberikan kontribusi penting dalam penemuan molekul air di bulan. Namun, upaya India dalam pendaratan bulan mengalami cobaan pada tahun 2019 ketika Chandrayaan-2 kehilangan kontak dengan pendaratnya hanya beberapa menit sebelum mencapai permukaan. Meskipun demikian, semangat India untuk eksplorasi bulan tetap tidak tergoyahkan.

Mengapa Bulan Menjadi Sasaran Utama?

Perlombaan ruang angkasa kembali bangkit, tetapi kali ini dengan tujuan yang lebih maju daripada persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada era Perang Dingin. Negara-negara seperti Amerika Serikat dan India, melalui Chandrayaan-3, bertujuan untuk membangun kehadiran mereka dan memahami lebih lanjut tentang wilayah Kutub Selatan Bulan. Keberadaan es di wilayah ini menjadi daya tarik utama, karena dapat memberikan sumber air yang penting untuk pemukiman jangka panjang dan sebagai stasiun pengisian bahan bakar dalam eksplorasi ruang angkasa. Air, terdiri dari hidrogen dan oksigen, juga dapat diubah menjadi bahan bakar roket yang berpotensi mendukung eksplorasi lebih lanjut ke luar angkasa.

Saat mata dunia tertuju pada upaya kedua India dalam pendaratan bulan melalui Chandrayaan-3, persaingan ini tidak hanya mewakili ambisi negara untuk eksplorasi antariksa, tetapi juga mencerminkan keinginan umum manusia untuk menjelajahi dan memahami dunia di luar planet kita sendiri.

TAG: #india
Sumber:

BERITA TERKAIT