header

Peribadatan dan perayaan katolik, makna rabu abu adalah

Rabu 09-03-2022 / 03:39 WIB


BURUHTINTA.co.id - Sesuai dengan kalender liturgi katolik 2022, pada 2 Maret merayakan hari Rabu Abu, yang menjadi tanda memasuki awal masa Prapaskah.

Rabu Abu ditandai dengan penyematan tanda salib di dahi atau ditabur di kepala yang merupakan tanda pertobatan. Rabu Abu adalah mengawali masa puasa dan berpantang selama 40 hari bagi umat Katolik. Abu adalah menjadi simbol bagi manusia yang berasal dari debu dan tanah.

"Tanda salib Abu yang di dahi adalah mengingatkan tentang pertobatan. Mengingatkan akan debu dan tanah, kita ingat orang-orang Filipe bertobat dengan menaruh abu dalam dirinya itu ada di kitab Nabi Yunus bab 3. Kita diciptakan dari debu dan tanah ada di kitab Kejadian bab 2, suatu saat nanti kita akan kembali menjadi debu atau tanah," ujar Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang, Romo Y Dwi Harsanto Pr, seperti dikutip dari YouTube KAS

Selama Rabu Abu umat Katolik mulai menjalankan periode berpuasa dan berpantang yang berlangsung selama 40 hari. Selama masa pertobatan ini, umat Katolik diharapkan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama mahluk ciptaan Tuhan baik itu manusia, maupun makhluk hidup lainnya serta lingkungan.

"Warga Katolik mengupayakan pertobatan dengan puasa dan pantang serta mengusahakan perbuatan-perbuatan baik yang sesuai dengan semangat pertobatan itu. Bertobat itu berarti mengalami kembali damai di dalam Allah, juga damai dengan sesama, damai dengan diri sendiri, dengan rendah hati di masa Prapaskah kita orang Katolik mengakui kesalahan mohon ampun pada Allah dan memperbaiki hubungan sesama ciptaan baik manusia maupun makhluk hidup dan lingkungan," ujar Romo Y Dwi Harsanto Pr.

Ketentuan pastoral pada halaman berikut


BERITA TERKAIT

Peribadatan dan perayaan katolik, makna rabu abu adalah

Rabu / 09-03-2022,03:39 WIB

Sesuai dengan kalender liturgi katolik

Peribadatan dan perayaan katolik, makna rabu abu adalah